#TripToSingapore: Day 1 - Marina Explore
Alhamdulillah, Februari kemarin gue dan ibu gue berkesempatan untuk mengunjungi negara tetangga
untuk liburan. Emang udah direncanakan, tapi engga pasti tanggal berapa. Iseng
cari tiket murah, ternyata lagi ada promo potongan harga untuk pesawat dan
hotelnya juga. Setelah ujian selesai, akhirnya kita memutuskan untuk ke
Singapore!
We have no idea about
this country, because it’s the first time we go to there. Gue (hanya) bermodalkan baca dari google untuk
pergi kesegala pelosok Singapore. Makanya, gue berterima kasih banget untuk
beberapa blog yang menuliskan rute perjalanan di sini dengan begitu jelas.
Gue berangkat bersama om, tante dan sepupu gue ke Bandara
Soekarno-Hatta, gue kebetulan naik TigerAir hari senin jam 09:55 tapi berhubung hari senin, kebayang dong
macetnya ibukota gimana? gue berangkat dari rumah jam 05.45 tapi sampai disana
jam 09:10!
Gue dan ibu gue langsung masuk ke Terminal 2D (biasanya ini terminal yang keluar negri), dan
langsung buru-buru masuk kedalam. Akhirnya setelah pengecekan barang, langsung
masuk kedalam ruang tunggu dan engga sampai 5 Menit udah disuruh masuk ke
pesawat. Oh ya, untuk pemberangkatan keluar negri minimal passport lo
berlaku 6 bulan lagi!
Pesawat yang gue naikin itu engga begitu besar, dan sayang banget
gue engga duduk di deket jendela (hiiks) jadi gue terpaksa baca majalah aja daripada bosen. Perjalanan
kurang lebih selama 2 jam, dan Alhamdulillah mulus tapi menurut gue Tiger Air yang gue naikin
ini kerasa banget pas mau take off dan landing.
Sampai di Changi Airport, ibu gue langsung mau ke kamar mandi dan di dekat
sana tuh ada Tap Water! Berhubung gue orang Indonesia banget, alias engga bisa lihat barang gratisan, gue langsung isi botol minum gue dengan pede-nya, karena harga
minuman disana tuh sekitar 1-2 sgd. Lumayan lah saving 1-2 sgd hehe.
Gue tanya ibu gue habis ini kemana, tapi beliau bilang engga tau
karena waktu kesini itu lewat Batam dan bareng temen-temennya. Yaudah
bermodalkan Google dan Wi-fi disana (ada free wi-fi disana), gue ikutin tulisan Arrival di papan petunjuk bersama ibu gue dan
akhirnya….bingung karena disuruh kebawah tapi yaudah ikutin aja. Eh ternyata
udah sampai di Tempat Imigrasi!
Disana nanti disuruh untuk ngisi lembar (form) Imigrasi dengan lengkap. Lengkap banget ya,
jangan ada yang kelewatan. Biasanya juga, Pramugari/a ngasih form itu di pesawat. Jadi lebih baik sih ngisi di
pesawat aja biar langsung ngantri di tempat Imigrasi. Kalau engga ngerti
ngisinya gimana, pas ngantri di Imigrasi ada petugasnya dan dia akan ngasih tau
gimana, jadi tinggal tanya aja.
Setelah
melewati imigrasi, gue dan ibu gue tersesat karena engga tau musti kemana.
Changi itu cukup besar buat dua orang yang engga pernah dateng kesana, jadi
musti banyak-banyak nanya. Tapi, gue engga nanya-nanya disana dan ya bermodalkan hati nurani dan baca aja haha.
Tinggal keluar pintu Exit, dan kalau mau naik MRT tinggal ikutin tulisan yang ada
Train nya aja (dan itu ada di
ujung!). Ikutin aja terus yang ada tulisan Train-nya, sampai akhirnya disuruh turun kebawah dengan escalator. Setelah itu, lo jalan aja terus sampai nemu escalator lagi dan turun kebawah karena Station untuk MRT nya ada dibawah. Tapi, engga seribet itu kok tenang aja.
Gue dan ibu gue udah lumayan capek karena kita engga bawa koper.
Setelah sampai, nanti kita bisa pilih mau beli tiket apa. Ada Ez-Link (ini kayak kartu Multi Trip nya commuter-line
dan bisa digunain juga untuk bus), dan Singapore Tourist Pass (sama aja kayak Ez-Link tapi bedanya dia ada
jangka waktunya).
Gue dan ibu gue sepakat untuk beli Ez-link karena (siapa tau) bisa
kesini lagi, jadi tinggal isi ulang aja. Harganya sekitar 12 sgd tapi isinya
cuma 7 sgd. Untuk Singapore
Tourist Pass sekitar 26sgd harga tiketnya (tergantung mau beli yang berapa
lama). Nah, ini penampakan ez-link nya!
[lucu banget! ez-link x marvel]
Setelah itu, kita naik MRT tujuan Tanah Merah. Jangan lupa turun di Tanah
Merah, dan keluar lewat pintu kiri ya kalau mau ke pusat kota! (kalau kanan, itu menuju Pasar Ris). Setelah
itu (transit), naik MRT lagi tujuan Joo Koon, dan turun di station yang lo tuju. Sistemnya sama aja kayak Commuter-Line di Indonesia. Usahain
selalu baca/bawa Map ini! (dan inget Exit-nya karena beda exit ya makin jauh)
[budayakan membaca ya guys hehe]
Kalau
mau ganti line / warna lajur MRT:
- Ganti
ke line Orange / Circle Line turun di Paya Lebar.
- Ganti
ke line Merah / North South Line turun di City Hall atau Raffles Place.
- Ganti
ke line Biru / Downtown Line turun di Bugis.
- Ganti
ke line Ungu / North East Line turun di Outram Park.
[Ini
semua kalau arahnya dari Changi Airport ya]
Tujuan pertama kita itu menuju Hotel. Gue menginap di Hotel 81
Gold, Geylang yang
mungkin nanti akan gue Review. Kita turun
di Aljunied Station dan langsung turun kebawah lewat escalator
and…….. we almost lost (again) in Singapore. Ternyata disini mainannya lorong (kita bilangnya itu Gang) dan
engga banyak yang tau lorong ini. Bingung banget!
Kami jalan dari stasiun bus untuk nyari lorong 20 tapi malah
kebablasan sampai lorong 27! Untungnya, ada ibu-ibu dengan baik hati nya ngasih
tau jalan menuju lorong 20 but we still have no idea lagi sampai sana. Akhirnya, kita nanya lagi, dan
untungnya ada koko-koko dengan baik hatinya memberi tau kita lewat GPS.
Setelah sampai di hotel, mandi dan makan akhirnya kami langsung berangkat lagi menuju Merlion. Dari Aljunied st, kita
menuju ke Raffles Place st terus keluar Exit H dan jalan menuju Singapore
River. Terus belok kanan dan
jalan sampai menemui Cavanagh Bridge dan Hotel Fullerton, nah disana tinggal nyebrang aja deh sekitar 2-3x terus turun
kebawah lewat tangga.
[sayangnya, pas kita sampai disana Merlion-nya lagi mandi (a.k.a perbaikan)]
Tapi, berhubung lapar (dan udah menuju malam juga) kita
memutuskan untuk makan di Makansutra Gluttons Bay. Lo tinggal jalan aja melewati jembatan di
dekat Merlion sampai akhirnya nemu bangunan dengan kubah hijau terus belok ke
kanan dan nanti menemukan ini:
[kalau makin malam, disini makin ramai loh]
Disini harga makananya bervariasi, mulai dari
4-20 sgd. Jangan lupa tanya ke
mereka halal atau engga, karena ada beberapa makanan yang engga halal. Tenang
aja mereka engga bakal bohong kok, soalnya gue pernah nanya: “Is it Halal?” “No pork
but not Halal” jadi ada kemungkinan
mereka pakai minyak babi. Akhirnya, kami makan disini dan harganya sekitar 10 sgd (termasuk minum). Kami dapet Nasi Goreng
Seafood (restaurant pertama dari arah pintu masuknya) dan lime tea (di restaurant paling ujung).
Setelah itu, lo bisa duduk duduk di deket Merlion sambil menikmati pertunjukan Laser
(GRATIS) jam 08:00 waktu setempat. Banyak juga loh yang nonton disini, jadi cepet cepet aja cari
tempat duduk.
Setelah puas, kami pulang ke Hotel dengan rute yang sama.
Keadannya lumayan ramai karena ternyata Rush Hournya itu sekitar jam 07:00 –
10:00 malam (pulang kerja) tapi
untungnya masih bisa duduk. Keadaan di Singapore makin malam, malah makin ramai
tapi tenang aja tetep merasa aman kok disini meskipun pulang tengah malam
sekalipun (gue sampai di Hotel sekitar jam 11).
Peace
Out,
qiis.



No comments: