#TripToMalaysia: Day 4 - Malacca, Word Heritage City

June 20, 2017
Rencananya sih pagi ini mau muter-muter Melaka sebelum sore-nya ke Kuala Lumpur karena udah booking Hotel disana.
Oh ya, seperti yang gue bilang sebelumnya kalau di Melaka itu public transportation-nya lumayan susah jadi pagi ini disponsori oleh grab taxi! Supirnya baik. dan cukup informatif oh ya, dia juga update tentang politik di Indonesia loh!

First, kami turun di bangunan yang serba merah yaitu……Stadthuys!  Oh ya, disana tuh udah banyak becak-becak lucu dan banyaaaak banget tourist yang dateng kesana meskipun masih pagi.

Sekedar informasi,  Stadthuys itu dibangun pada tahun 1650 sebagai kediaman resmi Gubernur Belanda dan para pejabatnya. Awalnya bangunan disini berwarna putih tetapi kemudian diganti jadi berwarna merah dan akhirnya bangunan-bangunan ini disebut sebagai Red Square!


[ Bagus banget kan pemandangannya?

Di sekitar sini juga banyak banget muzium yanng bisa kalian kunjungin. Tapi kalau kalian engga terlalu berminat dengan muzium, bisa kok jalan-jalan aja disekitarnya. Kalau mau naik becak pun engga papa, tapi menurut gue jalan kaki lebih asyik karena bisa explore lebih dalam lagi.

Sebenernya kalau mau ke Jonker Street lebih enak waktu sore menuju malam karena kalian bisa menikmati street food yang ada disini. Tapi, karena masih pagi jadi engga banyak toko yang udah buka. 


[ Keadaan dijalanan ini sepi bangeeet. ]

Oh ya disini juga banyak bangunan tua yang sudah di replika ulang sesuai dengan bentuk asli-nya dan di tempat yang sama. Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba menemukan benteng dengan ‘para penjagga’-nya di tengah-tengah kota, karena awalnya kota melaka engga seperti sekarang. Karena dulu, daratan di Melaka itu tidak seluas sekarang.

[ Nah, masa ‘si penjaga’ malah nyerang bangunan yang ada di depannya? Lucu kan? ]
Oh ya, seperti rencana awal, kami memutuskan untuk jalan-jalan sambil menemukan tempat untuk membeli tiket naik cruise. Seperti biasa, harga tourist asing atau foreign itu beda ya, dan yang pasti lebih mahal. Even you’re trying to use their accent to get local price, biasanya mereka bakal minta IC (Identity Card) atau semacam KTP kalau di Indonesia jadi tidak bisa berbohong ya kawan hehe.

Menurut gue, naik cruise ini meskipun lumayan mahal tapi worth it! Serius deh, soalnya dengan naik ini kalian bisa menikmati kota melaka dari ujung ke ujung (apalagi buat kalian yang males untuk jalan kaki).


[ Kira-kira pemandangannya seperti ini.]

Nanti disekeliling sungai ini banyak banget kalian nemuin bangunan dengan tembok yang berwarna-warni dan lucu-lucu. Perjalanannya sekitar 30-40 menit dan nanti ada naratornya yang menjelaskan bangunan-bangunan yang ada disekeliling sungai. Mereka pakai bahasa Melayu dan bahasa Inggris, jadi jangan khawatir kalau engga ngerti bahasa Melayu.
Kalau kalian mau jalan-jalan juga bisa, karena banyak banget muzium disini, dan jangan lupa juga untuk datang ke Maritime Muzium


[ Lihat deh perbedaan kapal sama orang yang ditangga itu! Gede banget kan? ]

Tapi, ternyata petualangan di Melaka belum usai! Gue dan nyokap diajak ke Masjid Selat Melaka! Masjid ini dibuka pada tahun 2006 oleh Tuanku Syed Sirajuddin Syed Putra Jamalullail. Yang membuat masjid ini unik adalah masjid ini terapung karena dibawahnya adalah selat malaka. WOW!



[ Masjidnya besar dan cantik banget apalagi dengan warna putih yang mendominasi membuat masjid ini semakin terlihat megah! ]

Nah, setelah perjalanan selama 2 jam nanti kalian akan melihat……..MENARA PETRONAS! Untuk menuju kesini gampang banget, tinggal masuk ke Suria Kuala Lumpur City Center. Mall-nya emang cukup besar…ehem besar banget sih apalagi kalau banyak orang dijamin rada pusing. Pokoknya kalau mau keluar untuk melihat air mancur dan pemandangan petronas dari dekat, patokannya tuh deket sama store-nya Harrods



[ Oh ya kalau mau naik ke menara petronas-nya itu cukup pricey, jadi kami memutuskan untuk engga naik keatas. Dibawah dan gratisan kayak gini juga enak kok!


Pulangnya karena sudah masuk magrib, kami memutuskan untuk sholat di National Mosque Kuala Lumpur. Oh ya, kalau disini peraturannya lebih strict lagi. Untuk laki-laki, engga boleh pakai celana selutut, jadi harus pakai sarung kalau mau masuk kedalam.

Masjidnya bagus dan megah banget, untuk wudhu ada dilantai bawah atau basement dan kalau mau ke kamar mandi masuk ke ruangan lebih dalam dan nanti disediakan sendal. Engga heran sih, namanya juga National Mosque jadi emang bagus dan megah banget. 


 [ Kita bisa liat ini dari sana ]

Kami langsung menuju ke hotel yang sudah kami booking, yaitu Pacific Express Hotel Central Market. Teryata hotelnya tuh deket banget sama Pasar seni dan Mejid Jamek! Tapi berhubung udah malam, jadi kami langsung check in di hotel ini dan persiapan besok pulang ke Tanah Air. Mungkin nanti gue bakal review hotel ini, karena emang bagus banget!

Peace Out,
qiis.

No comments:

Powered by Blogger.