#TripToMalaysia: Day 4 - Malacca, Word Heritage City
Rencananya sih pagi ini mau muter-muter Melaka sebelum sore-nya ke
Kuala Lumpur karena udah booking Hotel disana.
Oh ya, seperti yang gue bilang
sebelumnya kalau di Melaka itu public transportation-nya lumayan susah jadi pagi ini
disponsori oleh grab taxi! Supirnya baik. dan cukup informatif oh ya,
dia juga update tentang politik di Indonesia loh!
First, kami turun di bangunan yang serba merah yaitu……Stadthuys! Oh ya, disana tuh udah banyak
becak-becak lucu dan banyaaaak banget tourist yang
dateng kesana meskipun masih pagi.
Sekedar informasi,
Stadthuys itu dibangun pada tahun 1650 sebagai kediaman resmi Gubernur
Belanda dan para pejabatnya. Awalnya bangunan disini berwarna putih tetapi
kemudian diganti jadi berwarna merah dan akhirnya bangunan-bangunan ini disebut
sebagai Red Square!
[ Bagus banget kan pemandangannya? ]
Di sekitar sini juga banyak
banget muzium yanng bisa kalian kunjungin. Tapi kalau kalian engga terlalu
berminat dengan muzium, bisa kok jalan-jalan aja disekitarnya. Kalau mau naik
becak pun engga papa, tapi menurut gue jalan kaki lebih asyik karena bisa explore lebih dalam lagi.
Sebenernya kalau mau ke Jonker Street lebih enak waktu sore menuju malam
karena kalian bisa menikmati street food yang
ada disini. Tapi, karena masih pagi jadi engga banyak toko yang udah buka.
[ Keadaan dijalanan ini sepi bangeeet. ]
Oh ya disini juga banyak bangunan tua yang sudah di replika ulang
sesuai dengan bentuk asli-nya dan di tempat yang sama. Jadi, jangan heran kalau
tiba-tiba menemukan benteng dengan ‘para penjagga’-nya di tengah-tengah kota,
karena awalnya kota melaka engga seperti sekarang. Karena dulu, daratan di
Melaka itu tidak seluas sekarang.
[ Nah,
masa ‘si penjaga’ malah nyerang bangunan yang ada di depannya? Lucu kan? ]
Oh ya, seperti rencana awal, kami
memutuskan untuk jalan-jalan sambil menemukan tempat untuk membeli tiket naik cruise. Seperti biasa, harga tourist asing atau foreign itu beda ya, dan yang pasti lebih
mahal. Even you’re trying to use their
accent to get local price, biasanya mereka bakal minta IC (Identity
Card) atau semacam KTP kalau di Indonesia jadi tidak bisa berbohong ya kawan
hehe.
Menurut gue, naik cruise ini meskipun lumayan mahal tapi worth it! Serius
deh, soalnya dengan naik ini kalian bisa menikmati kota melaka dari ujung ke
ujung (apalagi buat kalian yang males untuk jalan kaki).
[ Kira-kira pemandangannya seperti ini.]
Nanti disekeliling sungai ini banyak banget kalian nemuin bangunan
dengan tembok yang berwarna-warni dan lucu-lucu. Perjalanannya sekitar 30-40
menit dan nanti ada naratornya yang menjelaskan bangunan-bangunan yang ada
disekeliling sungai. Mereka pakai bahasa Melayu dan bahasa Inggris, jadi jangan
khawatir kalau engga ngerti bahasa Melayu.
Kalau kalian mau jalan-jalan
juga bisa, karena banyak banget muzium disini, dan jangan lupa juga untuk
datang ke Maritime Muzium!
[ Lihat deh perbedaan kapal sama orang yang ditangga itu! Gede banget kan? ]
Tapi, ternyata petualangan
di Melaka belum usai! Gue dan nyokap diajak ke Masjid Selat Melaka!
Masjid ini dibuka pada tahun 2006 oleh Tuanku Syed Sirajuddin Syed Putra
Jamalullail. Yang membuat masjid ini unik adalah masjid ini terapung karena
dibawahnya adalah selat malaka. WOW!
[ Masjidnya besar dan cantik
banget apalagi dengan warna putih yang mendominasi membuat masjid ini semakin
terlihat megah! ]
Nah, setelah perjalanan
selama 2 jam nanti kalian akan melihat……..MENARA PETRONAS! Untuk
menuju kesini gampang banget, tinggal masuk ke Suria Kuala Lumpur City Center. Mall-nya
emang cukup besar…ehem besar banget sih apalagi kalau banyak orang dijamin rada
pusing. Pokoknya kalau mau keluar untuk melihat air mancur dan pemandangan
petronas dari dekat, patokannya tuh deket sama store-nya Harrods.
[ Oh ya kalau mau naik ke menara
petronas-nya itu cukup pricey, jadi kami memutuskan untuk engga
naik keatas. Dibawah dan gratisan kayak gini juga enak kok! ]
Pulangnya karena sudah masuk
magrib, kami memutuskan untuk sholat di National Mosque Kuala Lumpur. Oh ya, kalau
disini peraturannya lebih strict lagi.
Untuk laki-laki, engga boleh pakai celana selutut, jadi harus pakai sarung
kalau mau masuk kedalam.
Masjidnya bagus dan megah banget, untuk wudhu ada dilantai bawah atau basement dan kalau mau ke kamar mandi masuk ke ruangan lebih dalam dan nanti disediakan sendal. Engga heran sih, namanya juga National Mosque jadi emang bagus dan megah banget.
[ Kita bisa liat ini dari sana ]
Kami langsung menuju ke hotel
yang sudah kami booking, yaitu Pacific Express Hotel Central
Market. Teryata hotelnya tuh deket banget sama Pasar seni dan
Mejid Jamek! Tapi berhubung udah malam, jadi kami langsung check in di hotel
ini dan persiapan besok pulang ke Tanah Air. Mungkin nanti gue bakal review hotel ini, karena emang bagus banget!
Peace Out,
qiis.








No comments: