#TripToMalaysia: Day 3 - Singapore to Malacca
Kami berangkat dari Terminal Bus di
Yi-Shun (Terminal
Bus besar disana) karena malamnya menginap disana. Kalau ada yang mau
berangkat dari Yi-Shun juga bisa kok, kalian turun di Stasiun Yi-Shun terus nyebrang dari arah North-Point , nah
jalan aja lurus terus sampai akhirnya nemu Terminal Besar disana.
Kalau udah
masuk ke pintu masuknya, kalian jalan aja dan cari yang tulisannya AC7 itu
tujuannya ke Johor Bahru. Biasanya sih ada di paling
ujung, jadi lumayan deh harus jalan lagi ke daerah sana.
[ Ngantrinya sesuai sama nomer bus nya ya! ]
We have no idea in here! Kami ngantri aja dan lumayan lama sekitar 1 jam,
engga tau emang datengnya jam segitu atau kebetulan kami kedapetan nunggu lama.
Sekitar jam 11 kami baru bisa naik bus dan itu langsung penuh. Oh ya, kalau
bisa sih pakai Ez-Link aja karena biayanya lebih murah daripada bayar pakai
cash.
[ Maaf ya rada blur ]
Perjalanan dari Yi-Shun menuju
Woodland sekitar 1 jam, dan nanti pas semua orang turun, jangan lupa juga untuk turun!
Artinya, sudah sampai di Woodland. Nanti tinggal naik escalator aja keatas dan di cap passport kalian.
Sebenernya bisa
naik bus yang sama lagi, tapi mending naik bus nomor 170 aja itu bisa menuju ke
Larkin. Kami pun berjalan lagi dan naik bus 170 menuju ke Johor
Bahru. Jangan lupa di bus 170 itu engga pakai ringgit, mereka
masih menggunakan sgd! Meskipun sudah menuju ke arah Malaysia, tapi mereka tetap
menggunakan sgd ya. Jadi persiapkan ez-link kalian, kalau kalian engga bawa
cash (sgd). Perjalanannya sekitar 30 menit kalau engga macet.
Nah, nanti kalian disuruh turun
lagi karena sudah sampai di Kantor Imigrasi Malaysia. Tinggal naik escalator
aja keatas dan sudah sampai di Kantor Imigrasi Malaysia deh! Oh ya disana, kami
ketemu dengan orang Indonesia, mereka dari Medan dan mereka juga mau naik bus
170. Dari tempat imigrasi, kalian cari aja tulisan pemberhentian
bas, dan nanti turun ke bawah. Tenang ada lift-nya kok!
Kalau bus 170 sudah ada,
kalian tinggal tap aja ez-link kalian atau tunjukin receipt (kalau kalian pakai cash bayarnya). Nah, perjalanan dari sini ke Larkin
sekitar 1 jam dan
untungnya engga macet (+engga panas!). Udaranya bersahabat banget dan hampir
aja ketiduran karena kecapean hihi.
Kalau sudah sampai Larkin,
nanti banyak banget calo-calo yang udah nyamperin di depan pintu. Tapi inget
ya, jangan beli di calo mending langsung
beli aja di counter-nya. Karena,
kata orang Malaysia sendiri pun, jangan pernah beli di calo. Kalau di counter, bisa
langsung pilih sendiri jam keberangkatannya.
Jalan sedikit, eh nemu counter “S&S International Express” dan keberangkatan ke Melaka itu
sekitar 30 menit lagi. Yaudah deh, langsung beli aja di mereka dan harganya sekitar 21 rm atau
sekitar Rp 63000. Karena
udah males nyari, kami langsung beli di mereka.
Keadaan terminal bus-nya sih ramai, dan cukup kotor sih menurut
gue. Banyak orang-orang yang baru datang dan pergi, terus calo dimana-mana,
tipikal terminal bus lah. Tapi, perlu dicatat, kalian jangan pernah kasih
tampang muka engga tau atau celingak-celinguk ya!
Engga begitu lama, eh mereka
dateng! Disini on time banget
loh, jadi jangan ada ngaret-ngaret atau berharap baru jalan kalau bus-nya
penuh. Mau penuh atau engga, mereka tetap jalan sesuai dengan jam
keberangkatan.
Bus-nya enak dan nyaman banget! Serius deh, apa mungkin karena
harganya segini tapi, emang enak banget. Gue engga suka naik bus, karena jarak
antara kaki ke kursi depan tuh deket tapi engga berlaku buat ini. Jaraknya
jauh, jadi kaki engga pegel sama sekali. Oh ya, bus ini juga ber-ac jadi nyaman
banget. Perjalanan dari Larkin ke
Malaka sekitar 4 jam!
Kami berhenti di Malaka Sentral dan itu juga terminal, tapi versi yang
lebih ‘bersih’ kalau dibandingkan dengan Terminal Larkin ya. Rencananya kami
mau di jemput disana, jadi kami memutuskan untuk makan di MCd. Disana ada wifi
jadi bisa sekalian browsing-browsing. Oh ya, kalau mau beli tiket disini supaya langsung ke Kuala Lumpur
juga bisa dan biasanya sekitar 30 menit sekali bus nya datang, untuk harga
sekitar 10-12 rm.
Akhirnya, kami dijemput dan
menuju ke rumah uci. Disana, keadaannya sepi banget dan sekilas sih seperti di
Malang. Disini public transportation-nya susah, jadi mending pake
grab aja kalau mau kemana-mana.
Keadaan kota Melaka waktu malam itu bagus banget, mereka ramai
tapi engga macet sama sekali! Disini banyak becak-becak lucu yang bisa
nganterin kalian buat jalan-jalan dan ngasih tau ke kalian dimana aja lokasi
wisata yang bagus disini.
Tadinya kami mau naik cruise, tapi berhubung
sudah tengah malem (kami engga sadar kalau udah jam 11 malem!) jadi kami
memutuskan untuk makan di Pak Putra. Disini yang khas itu Ayam
Tandoori dan Naan-nya!
Disini sekitar jam 12
malam aja masih rame banget. Ada live music-nya juga loh (dari pengamen disana tapi suaranya bagus!).
Bisa pilih diluar atau di dalam, tapi enakan diluar karena bisa ngerasain juga
angin malemnya (dan biasanya paling rame diluar!).
TADAAAA! Ini yang gue
beli, yaitu naan-cheese dan rasanya tuh enak banget! Porsinya juga cukup besar, jadi
kalau mau patungan juga bisa. Harganya murah sekitar 3-6 rm
untuk naan-nya dan itu bisa pilih mau ada garlic atau engga.
[ Ini naan ter-enak sih menurut gue, karena tebel jadi bikin kenyang ]
Ayam Tandoori-nya juga musti
banget dicoba karena enak. Tapi ibu gue engga suka sih katanya terlalu berbumbu, but for me ayam tandoorinya tuh enak banget dan harganya sekitar 8-9 rm untuk satu ekor!
[ Baru kali ini, gue bisa makan ayam sebanyak itu sih. Sendirian pula ]
Menurut gue rasanya cheese-naan itu
kayak pinggiran pizza di pizza hut yang cheese. Jadi, buat kalian yang suka dan
lagi ada di Melaka wajib banget coba makan Ayam Tandoori dan Naan-nya di Pak
Putra!
Peace out,
qiis.







No comments: